Minggu, Januari 04, 2009

SYUKURKU 2008

Selama libur panjang akhir tahun 2008,

aku ingat akan hari-hari terakhir sebelum libur

Mas Koes dan Mas Wisnu, sahabat2 terbaikku

yang mengomentari isi blog-ku:

sebagai “barisan sakit hati” terhadap isi Saat-saat sendiri dan sepi.


Tak mengapa karena memang aku selama tahun 2008 ini

telah banyak terluka dan disakiti.


Jika diteruskan, kok tidak ada rasa syukur di dalamnya?


Justru inilah ungkapan rasa syukur dan kecintaanku pada institusi ini:

agar tragedi demi tragedi pada jaman ini tak terulang lagi

agar semakin hari menjadi hari yang lebih dinanti

karena di sana terbitlah matahari yang menghidupi.


Tulisan-tulisanku itu adalah sejarah hitam hidupku

yang semoga tak teralami oleh teman seperjalananku


Itu adalah catatan ungu

yang mencederai keindahan langit biru

yang begitu kaku membelenggu seluruh jiwaku

: yang termangu melihat manusia-manusia beku


Harapanku kini sampai tetes embun terakhir

smoga para pemimpin negeri ingat rakyat kecil

yang begitu lugu menerima nasib sebagai takdir


Dan aku akan sabar menanti

kapan bumi menjadi subur didiami

langit tidak lagi membakar siang hari

dan udara menjadi sahabat sejati

tidak ada desah dari hati

semua menatap rindu surgawi


Tidak ada komentar: