Sabtu, Mei 14, 2011

PEMBUNUHAN


Beberapa hari belakangan ini ada kabar, yang mulai santer, lagi-lagi tentang fasilitas pengobatan rawat jalan yang akan diberikan langsung berupa uang, langsung dibayarkan setiap bulannya bersamaan dengan pembayaran gaji. Hebat! Terima kasih, kami memiliki pimpinan yang hebat! Hebat dalam membunuh karyawan menengah ke bawah, karyawan yang sakit.

Betapa tidak! Golongan bawah akan menganggap itu kenaikan gaji. Mereka sangat bersyukur atas kenaikan gaji ini. Sebagian sudah merencanakan untuk meminjam di koperasi dengan cicilan per bulannya sebesar kenaikan tersebut. Sebagian lagi mengucap syukur karena mulai kenaikan gaji itu mereka bisa membawa uang ke isteri mereka. Biasanya istri mereka itu mendapat jatah setelah sang suami mendapat lembur atau proyek-proyek lain. Gaji? Habis sebelum sampai rumah!

Apa yang terjadi pada waktu sakit? Mereka tak bisa ke dokter karena tidak ada uang di tangan. Yang disebut kesejahteraan karyawan nyatanya tidak mensejahterakan tetapi justru menjadi pembunuh! Mereka sudah mengerti betul bahwa kenaikan gaji itu adalah tunjungan kesehatan, tetapi perut ini menuntut.

Tentang hal ini pernah kutulis pada hari Sabtu, 20 Desember 2008 yang lalu. Tetapi niat itu baru terlaksana sebagian, yaitu untuk plafon fasilitas tunjangan pemeliharaan kesehatan sebesar Rp. 300.000,- per bulan diberikan juga kepada karyawan yang sehat.

Sekarang plafonnya sudah Rp. 400.000,- per bulan. Itulah besarnya kenaikan gaji untuk seluruh golongan, dari golongan terendah sampai golongan teratas, baik tenaga pengajar maupun tenaga administrasi, baik yang sakit maupun yang sehat.

Benar-benar adil bukan?
Gusti nyuwun kawelasan!

Senin, April 18, 2011

SK-KU TERBIT

Setelah ditunggu selama hampir 1 tahun akhirnya Surat Keputusan Yayasan tentang kenaikan pangkat dan golongan saya turun juga.

Usulan ditulis dan ditandatangi rektor tgl. 12 Mei 2010, dikirim ke Yayasan pada tgl. 7 April 2011, dan SK Yayasan tertanggal 7 April 2011, saya terima tgl. 13 April 2011.


Pada tgl. 7 April itu juga, pihak yayasan menelpon KBAAK, mempertanyakan, mengapa surat usulan yang sudah hampir satu tahun baru dikirim ke yayasan pada hari itu. Jawaban KBAAK yang saya ingat adalah bahwa yayasan sudah tidak perlu menanyakan alasannya, karena justru akan meperlambat jalannya SK tersebut.


Lebih jauh KBAAK menjelaskan bahwa jika yayasan mempertanyakan alasan mengapa usulan demikian terlambat dikirim dengan tanpa alasan apapun, itu justru yang diharapkan oleh pimpinan universitas. Kesempatan pihak universtias untuk lebih lama lagi menahan usulan itu!


(Itu artinya, pihak tertentu akan lebih menikmati kebahagiaan, karena bisa lebih lama lagi menahan hak orang. Baca tulisan sebelumnya, “Sakit Penyakit II”).

Sekarang aku tinggal menunggu rapel gaji, dari bulan Juni 2010 sampai dengan April 2011, THR, UKK yang aku trima bulan Ferbuari 2011, ditambah uang kehadiran per Januari 2011.

Aku bersyukur atas SK ini. Ini semata-mata karya Allah. Artinya setan-setan telah dikalahkan oleh Allahku. Sebab jika hanya kehendakku, hanya kemauan manusia Isnaryono, mustahil itu terjadi, karena sakit penyakit itu sudah sangat berkarat, tak dapat disembuhkan!

Sabtu, Januari 29, 2011

SAKIT PENYAKIT II

Judul ini pernah aku tulis, maka sekarang kutambahi angka II dibelakangnya. Mengapa aku menuliskan kembali? Karena sekarang aku sedang berada di dalamnya. Ya, ternyata aku malah mengalaminya sendiri. Kini aku berperan sebagai penderita. Kalau temen-temen membaca tulisan-tulisanku sebelum ini tentu paham apa yang sekarang sedang aku alami.

Tetapi sekarang aku sedang tidak mau menulis tentang penderitaan. Sebaliknya, aku justru mau menuliskan soal kesehatan yang prima, kesuksesan luar biasa, kepuasan puncak, orgasme yang sempurna.

Aku sedang tidak sakit. Karena bila aku kelihatan sebagai orang yang sedang menderita, mereka justru merasakan puncak kenikmatannya. Benar. Kuperhatikan, saat-saat bisa memecat orang, raut wajahnya berseri-seri. Bila orang yang dipecat memiliki isteri dan 2 orang anak, berarti ia telah membunuh 4 orang sekaligus. Itu bagus baginya, karena semakin banyak orang terbunuh, semakin puas hatinya.

Battery yang sudah low, mendadak full kembali.
Rupanya untuk mengecharge battery memang harus dengan menyakiti orang lain. Semakin orang lain klenger, semakin sehatlah ia. Sekali lagi, semakin banyak orang terbunuh, semakin full batterynya. Maka ia selalu mencari mangsa.

Itu sebuah penyakit. Mungkin psikopat. Seorang psikopat selalu membuat kamuflase yang rumit, memutar balikkan fakta, menebar fitnah, dan kebohongan untuk mendapatkan kepuasan dan keuntungan dirinya sendiri.

Atau mungkin juga komplikasi dengan klepto. Ia bukan mencuri barang, tetapi mencuri nyawa, mencuri rejeki, menyetop kenaikan gaji, sampai kepada memecat orang dan membunuh keluarganya…..

Minggu, Januari 09, 2011

Renungan Akhir 2010


Sebenarnya tak perlu permenungan. Karena jika kurenungkan kejadian di tahun 2010, hati ini malah tersayat sembilu. Sepanjang tahun jiwaku bagaikan dikejar malaekat pencabut nyawa, Yamadipati. Selalu merasa was-was, deg-degan. Bukan hanya dalam hidup rutin keseharian, tetapi juga pada waktu tidur di malam hari. Mimpi buruk hampir kualami setiap malam dalam tidurku.

Setengah tahun terakhir ditambah lagi dengan kekecewaan yang amat dalam. Masa depan yang kurajut hari demi hari selama 30 tahun sampai menjelang masa pensiun, direnggut oleh orang dengki, srei dan benci. Entah apa yang mendasari hati, tetapi nyatanya ‘mereka’ menghentikan kenaikan gaji.

Menjelang tidurku, tak lupa aku selalu mengucap syukur. Syukur atas manusia2 cinta: istri dan anak-anakku. Istriku yang penuh kesabaran dan katresnan kepada keluarga. Anak2ku yang sudah kelar dan kini sedang belajar mandiri. Aku bersyukur atas keluargaku, atas mereka semua.

Pada awal tahun 2011, insyaallah, bila orang dengki tidak kumat dan menginjak-injakku lagi, aku akan mendapatkan rejeki yang sudah pasti. Kesetiaan kerja 30 tahun! Pada waktu itu aku sangat berharap pangkatku yang sudah tertunda akan berjalan normal kembali, sehingga hakku yang sebenarnya akan kuterima.

Pada akhir tahun ini, seluruh jajaran pimpinan teras habis masa kekuasaannya. Akan ada pengganti-pengganti. Siapapun mereka, betapapun jeleknya akan kuterima dengan ikhlas hati. Aku akan berusaha untuk melayani mereka dengan sebaik-baiknya tanpa protes, tanpa gerutu. Tulus ikhlas.

Gusti nyuwun kawelasan, Sang Kristus nyuwun kawelasan.

Jumat, Oktober 15, 2010

ORANG MUDA KEBLINGER


Sedang malas menulis, tetapi ada bahan tulisan yang perlu diarsipkan. Sayang jika terbuang. Ini soal anak muda pilihan jaman sekarang.

Konon ada anak muda energik hasil pilihan para dewa. Ia adalah sarjana akuntansi yang brilian dan lincah. Kepiawaian dalam bidang ilmunya tak dapat diragukan. Ia juga disukai anak-anak bimbingan belajarnya. Ia memang membuka les akuntansi.

Kemarin ini ia diminta untuk membantu salah satu tim panitia di tingkat universitas. Sayang sekali ia menolaknya mentah-mentah! Lalu seseorang bertanya kepada yang lain: “apakah kamu pernah bisa menolak pekerjaan?” Jawabannya hanya senyum.

Orang yang tahu etika kerja, orang yang tahu sopan santun kerja, tidak mungkin menolak pekerjaan yang disodorkan kepadanya. Betapapun beratnya, betapapun menyakitkannya pekerjaan itu!

Ini sudah sangat keterlaluan! Sungguh-sungguh keterlaluan!

Aku mau melihat bagaimana karier orang ini. Aku mau lihat apa penilaian para dewa terhadap kepribadian orang ini, terhadap integritas orang ini. Apa jadinya institusi ini kalau setiap orang boleh menolak sebuah pekerjaan?

Satu lagi kutemukan kejanggalan orang muda yang menurutku salah asuhan, salah arah dan salah-kaprah!