Dalam proses penilaian prestasi kerja (Asnawi, S. (1999), Aplikasi psikologi dalam manajemen sumber daya manusia perusahaan. Jakarta: Pusgrafin.), terdapat 2 macam teknik penilaian yang dapat digunakan: objektif dan subjektif. Penilaian yang objektif akan mendasarkan pada data yang masuk secara otentik, baik yang menyangkut perilaku kerja, kepribadian, maupun data mengenai produksi. Sedangkan penilaian yang subjektif sangat tergantung pada judgment pihak penilai. Oleh karena itu hasil penilaian subjektif perlu untuk dianalisis dengan lebih teliti, sebab ia dapat berakhir dengan relatif.
Pada upacara kemerdekaan ke 65 kemarin, di kantor kami ada 5 orang yang mendapatkan hadiah (Piagam, Pin dan uang), terdiri dari 4 Kepala Biro dan 1 Kepala Lembaga. Mereka dianggap berprestasi. Ada yang menerima piagam, pin dan uang, ada yang piagam dan uang, ada yang piagam dan pin saja.
Apa kriteria dan sistem penilaiannya, sama sekali tidak jelas, dan barangkali juga tidak pernah ada! Lihat saja, sebagai contoh, salah seorang dari mereka itu, semua orang dapat melihat, bahwa orang ini sebenarnya TIDAK MAMPU! Atasannya langsung pun mengatakan hal itu! Bagaimana mungkin bisa diberi piagam penghargaan sebagai yang berprestasi?
Duh Gusti, kasihanilah kami, nyuwun kawelasan nDalem….




